Gong Dayak dari zaman Majapahit?

Dalam foto jadul dari ANRI, sekitar tahun 1930an, tampak orang-orang Dayak di KalBar bermain gong.
Sekilas permainan gong ini seperti gamelan namun letaknya yang agak berbeda.

Salah guru besar Universitas Indonesia, Prof. Dr. Susanto Zuhdi pernah meneliti tentang gong di salah satu daerah pedalaman di KalBar. Kemungkinan ini pengaruh dari zaman Majapahit.

Gong seperti ini pula dapat kita temukan di Kabupaten Ketapang tepatnya di perkampungan Dayak di Manjau dan Kepayang di Desa Laman Satong. Salah satu pemuka adatnya meyakini bahwa gong yang dimiliki turun temurun ini berasal dari Majapahit.

Berhubung saya bukan ahli sejarah, tulisan ini hanya sebagai pembuka bagi generasi muda yang berminat untuk meneliti lebih lanjut mengenai asal-usul gong Dayak dan bagaimana kaitannya dengan Majapahit.

Sungguh kaya budaya dan sejarah bangsa Indonesia, semoga terus digali dan dilestarikan.

Jakarta, 20 Juli 2019

dr. Simon Yosonegoro Liem
Orang Ketapang, Kalimantan Barat

#Sejarah #Budaya #Gong #Gamelan
#Majapahit #Dayak #Kalimantan #KalBar
#Borneo #History #Indonesia

NB: Foto lama adalah koleksi Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dengan judul “GG dr Graaf disambut tarian dan gamelan di Kalimantan Barat.” Nomor koleksi: 0144/076. Digandakan melalui prosedur resmi.
Foto baru adalah koleksi pribadi saat berkunjung ke Desa Laman Satong, Ketapang, KalBar.

Perbaikan: foto kemungkinan sekitar tahun 1920 karena GG de Graaf yang dimaksud adalah Gouverneur-Generaal Johan Paul Graaf van Limburg Stirum. Beliau berkuasa tahun 1916-1921. Sumber: https://www.parlement.com/id/vg09llzb6jzz/j_p_graaf_van_limburg_stirum

Video wawancara dengan pemuka adat Dayak di Laman Satong tentang asal usul Dayak di sana: https://youtu.be/JuxZ_eBBW1Q

dr. Simon Yosonegoro Liem

Orang Ketapang/Matan Pecinta Sejarah, Awardee LPDP “Bersinergi, menebar manfaat”

Mungkin Anda juga menyukai

Berikan Pendapat anda

%d blogger menyukai ini: