Buku tahun 1945 ini saksi bisu perjuangan sebelum Indonesia merdeka?

Direktur Eijkman, Prof. dr. Achmad Mochtar dipenggal oleh Penjajah Jepang pada tanggal 3 Juli 1945. Beliau dituduh mencemari vaksin tetanus. Sebenarnya beliau berkorban nyawa demi menyelamatkan para dokter dan ilmuan lainnya di Lembaga Eijkman.

Setelah beliau dibunuh Jepang, Lembaga Eijkman pun sempat ditutup. Baru pada tahun 1992, Lembaga Eijkman dibuka kembali.

Pada saat renovasi bangunannya, ditemukanlah sangat banyak buku lama yang kemungkinan disembunyikan oleh Prof. Mochtar untuk menyelamatkannya dari tangan Jepang. Dipercaya beliau menyimpan buku ini dengan harapan kelak akan dibaca generasi penerusnya untuk mencerdaskan bangsa Indonesia.

Untuk mengenang jasa Prof. Mochtar maka beliau mendapat tanda kehormatan tahun 1968 dari pemerintah Indonesia serta namanya diabadikan menjadi nama rumah sakit di Bukittinggi, Sumatera Barat. Beliau memang putera asli Sumatera Barat.

Buku-buku yang berhasil diselamatkan ini pun sekarang menjadi koleksi perpustakaan milik Lembaga Eijkman. Perpustakaan ini diresmikan kembali tahun 2001 dengan bantuan dari berbagai institusi di Belanda. Sebagian besar buku koleksi di sini memang berbahasa Belanda.

Semoga generasi penerus senantiasa mengenang jasa para pendahulu kita. Buku-buku yang berhasil diselamatkan ini semoga dapat terus dirawat.

Buku adalah sumber ilmu pengetahuan. Mari kita rajin membaca. 🙏

Jakarta, 9 Juli 2019

dr. Simon Yosonegoro Liem
PPDS Mikrobiologi Klinik
Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia

NB:
Tampak pada stempel tertulis Geneeskundig Laboratorium, yang merupakan nama lama Lembaga Eijkman.
Weltevreden adalah nama lama kawasan di Jakarta yang sekarang termasuk dalam Jakarta Pusat. STOVIA (Sekolah Dokter zaman Hindia Belanda) dahulu terletak di Weltevreden. STOVIA menjadi cikal bakal Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, tempatku menimba ilmu saat ini.

#LembagaEijkman #EijkmanInstitute
#Eijkman #Perpustakaan #PerpustakaanKuno
#Jakarta #Weltereden #ProfMochtar
#ProfDrAchmadMochtar #AchmadMochtar

dr. Simon Yosonegoro Liem

Orang Ketapang/Matan Pecinta Sejarah, Awardee LPDP “Bersinergi, menebar manfaat”

Mungkin Anda juga menyukai

Berikan Pendapat anda

%d blogger menyukai ini: