Peristiwa Penyungkupan di Kalimantan Barat zaman Pendudukan Jepang

Mungkin ada yang bertanya, mengapa hari ini rumah dan kantor di Kalimantan Barat memasang Bendera setengah tiang?

Hari ini, daerah kita berkabung. Berkabung akan tragedi penghilangan nyawa ratusan hingga ribuan tokoh Kalimantan Barat. Dari semua kota dan kabupaten. Yang dulu berdiri sebagai kerajaan terpisah.

Sultan, Raja, Panembahan, Pangeran, anak Pangeran, Guru, Ulama, Lotai, Kapitan Cina, Pedagang, Pengusaha. Sebut saja, semua habis di bantai.

Tak cukup dibantai. Pasukan Jepang juga menjarah isi istana, rumah dan kapal.

Bagaimana bisa terjadi? Mengapa bisa sekejam itu? Banyak faktor. Terutama karena efek perang dunia II. Jepang yang menyebar propaganda ‘saudara tua’ bagi Asia, menyerang kedudukan – kedudukan sekutu. Indonesia (Dutch Indies-Hindia Belanda) tak terkecuali.

Beberapa daerah dikuasai Jepang dengan mudah. Dengan bantuan mata – mata asal Jepang yang telah lama menyamar menjadi Pengusaha di kota besar Indonesia. Mereka datang sejak tahun akhir abad 19.

Di masa sebelum perang, para mata – mata membuka kios jahit dan tukang pangkas rambut.

Juga tak kurang, kolaborator asli Indonesia juga berperan.

agus kurniawan

Penulis Kampung, Penyuka Sejarah, Pejalan Jauh dan Penghulu Nikah

Mungkin Anda juga menyukai

Berikan Pendapat anda

%d blogger menyukai ini: